Selagi angin sahara masih berhembus tembus Dan venus senja masih berpijar mijar Jangan biarkan harapan sirna ditelan lautan duka yang hambar Jika nanti sang embun tak lagi basah Menyejukkan kalbu Jangan biarkan gerah menjajaki Kerongkongan sanubarimu yang hampa Akibat keletihan menggapai tipuan dunia1 Yang bukan saja fatamorgana Tapi panggung sandiwara yang terdahsyat Liciknya mengicuh seluruh manusia Meskipun ragamu lelah menepi senja Dibalut kulit yang mengerut kerut Namun jaga jiwamu tetap gemuk Dengan cinta sejati Bersama sang pencipta Resapi arti hidupmu yang masih tersisa Karena ia bukan sekedar mimpi Yang harumnya hanya dapat kau inderai Dengan bisikan hati Dan hanya menjadikannya bunga tidurmu di mala ini Jangan biarkan kejora kecilmu redup medup Hilang diantara jutaan galaksi raksasa Tapi biarkan ia tetap bernafas dalam bima sakti Karena disitulah tempatnya meniti cita-cita Yang hanya singgah sekejab Pertahankanlah sinarnya Sinar yang sejak lama telah kau sandang Di bahu mudamu yang dicemari pancaroba Jangan biarkan impianmu terkubur masa Akibat pubermu yang semakin meronta Dan kaupun mundur begitu saja Dalam selimut dunia yang busuk dan usang ini Dengan istiqamah yang kukuh Jangan sampai ia terbang meninggalkanmu Dengan mulut ternganga Memang hidup ini punya sesuatu yang akan dicapai Dan itu semua bukanlah angan-angan palsu Dan kaupun tau itu Sekarang cobalah raih apa yang kau inginkan Tapi ingat jika dirimu telah tiba dipuncaknya Pandanglah ke bawah tiliklah akar rumput Merunduklah engkau seperti padi Karena tanpa rahmat Tuhan terhadapmu Takkan bisa satu abjadpun kau baca Meski engkau manusia terjenius di jagat raya Janganlah engkau seperti meteor Yang jatuh ditelan atmosfer Lalu hilang tanpa bekas Jangan pula kau seperti pelangi Yang hanya indah untuk dilihati Dalam masa temporer Dan hanya singgah sesaat sebelum Hujan menapaki Kemudian ia pergi lagi Tapi jadilah seperti hambanya_Nya Rabiah adawiyah Atau seperti Al-Farabi, Al Hallaj, Imam Syafi’i Maliki, Hanafi, dan Hambali Rumi atau Sayyidina Ali Radiyallahu Anhu Yaitu menjadi hamba yang datang bertambah Pergi berkurang namun mutiara ilmunya Memijar merambas relung kalbu Bersua dan fana bersama zat yang abadi hingga ke yaumil Hisab Sahabatku mungkin ini saja pesanku untukmu Jika bagimu ini berarti Kunyahlah temanku Untuk jadi energi hidup Tapi jika tidak Anggab saja ini angin lalu Namun awas jangan kau tergolong Ke dalam manusia wal’ashri Innal insane lafil kusyri
Minggu, 27 Oktober 2013
Subscribe to:
Posting Komentar
(
Atom
)
0 komentar :
Posting Komentar